Kebangkitan Umat Islam Indonesia

January 28, 2009

Agung Gumilar
Mahasiswa Program S1 Universitas Al-Azhar, Fakultas Islamic Study New Damietta, Egypt

” Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) “(Q,S Ali-Imran;140)

” Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan suatu kaum sehingga mereka merobah (keadaan) yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tiada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Q.S Ar-Ra’du;11)

Sejak diturunkan hampir 15 abad di jazirah Arab, Islam seolah bagaikan mata air yang tidak pernah kering memberikan kehidupan dan kesegaran pada tiap budaya yang ditemuinya, hal ini dapat kita lihat dalam sejarah perjalanan peradaban-peradaban yang pernah berakulturasi dengan budaya Islam, khususnya yang pernah bersinggungan dengan dunia Arab Muslim.

Sejarah mencatat banyak peradaban besar lahir dan berkembang berkat sumbangsih Islam dan para cendikiawanya, sebagai contoh awal adalah peradaban Islam di Andalusia yang sekarang dikenal dengan Spanyol, umat Islam Andalusia terbukti telah memberikan sumbangsih besar bagi Barat dalam pencapaian inovasi teknologi dan pemikiran pada masa itu.

Eropa ketika itu masih terbenam dalam lumpur takhayul dan kebodohan yang dikenal dengan masa The Dark Age yang dimulai sejak tahun 410 M setelah kejatuhan Imperium Romawi Barat di tangan King Alaric I dari Gothica (ras Germanic) hingga perebutan kekuasaan Takhta Suci Romawi yang berakibat terjadinya perpecahan dan perang saudara yang cukup lama di daratan Eropa

Hal ini berbeda dengan terjadi di Andalusia, ketika itu ia telah menjadi menara ilmu pengetahuan dan tsaqofah yang bukan hanya menghubungkan dua peradaban, peradaban Eropa dan peradaban Islam tetapi juga menghubungkan dua dunia, dunia Barat dan Timur, disamping itu pada masanya Andalusia pada saat itu telah menjadi ibu kota hadharah yang mempunyai corak moderen dan multiethnic.

Ketika kita melirik rentetan sejarah kita dapat menemukan bahwa Islam berkembang secara Estafet dimana titik nol dimulai dengan masa turunya Revelation, membimbing manusia menuju pencerahan di segala bidang. Dengan dasar divine revelation tersebut umat Islam pada masa awal membangun asas peradaban mereka dan dalam tempo yang singkat telah berhasil menjadi salah satu peradaban termaju di dunia yang berhasil menyatukan wilayah semenanjung jazirah Arabia dan Afrika Utara dalam satu komando Islam yang kita kenal dengan masa al-khulafa al-rasyidun .

Pada masa-masa kemudian setelah berpindahnya pemerintahan dari kekhalifahan yang dipilih secara umum menuju monarchi yang ditandai dengan lahirnya Daulah Ummayah (berasal dari Bani Al-Umawiy yang memegang tampuk kekuasaan hingga tahun 92 H), panji Islam kemudian dibawa oleh orang-orang Berber (baca: Afrika Utara) yang notabene bukan bangsa Arab menuju Utara menyebrangi selat Giblartar (Jabal Thariq) kemudian membangun Andalusia sebagai pusat peradaban Islam di Eropa sampai masa kejatuhanya pada tahun 1492 M yang disebabkan oleh perpecahan interen dan perebutan kekuasaan di antara penguasa Muslim, juga serangan kaum Nasrani yang terdiri dari aliansi Kastilia-Aragon.

Hal yang sama sebelumnya telah tejadi terhadap Daulah Abbasiah yang ketika itu dihantam oleh invasi Mongol yang sekaligus menutup lembaran panjang sejarah Daulah tersebut. Satu-satunya harapan untuk bangkit adalah dari imperium baru yang mulai lahir yaitu Turki Utsmani, sejak masa itu kepemimpinan dunia islam dipegang oleh orang-orang non-Arab.

Setelah kejatuhan Daulah Islam Turki Utsamani pada awal abad ke-20 oleh Mustafa Kamal Attaturk timbul pertanyaan besar dalam benak kita, siapakah yang akan mewarisi bendera Islam yang telah diwariskan secara estafet? Jawaban yang mungkin kita temukan adalah suatu komunitas muslim yang berada di ujung tenggara benua Asia, Islam masuk ke wilayah ini sekitar abad ke-8 M oleh para pedagang dan mubaligh Arab dan baru dikenal secala luas di wilayah ini baru sekitar abad ke-14-15 M hal itu dapat kita ketahui berdasarkan peniggalan kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam di sekitar semenanjung kepulauan Nusantara terutama Indonesia setelah runtuhnya imperium Hindu Majapahit yang berpusat di pulau Jawa, menguasai 75% wilayah Asia Tenggara, yang saat ini mencakup wilayah Negara Indonesia, Malaisya, Brunai, sebagian Filipina, dan sebagian Thailand Selatan.

Seorang cendikiawan Muslim terkemuka berkebangsaan Aljazair abad ke-20 bernama Malik Ben Nabee telah memprediksikan bahwa gerak kebangkitan umat Islam di masa depan akan dimulai di wilayah ini.

Hal ini tentu tidak terlepas dari realita, dimana Islam di negri asalanya yaitu Jazirah Arab telah mengalami kevakuman dan kebodohan akibat dari penjajahan Legiun asing yang dimulai sejak abad ke-18 sampai pertengahan abad ke-20 terlebih banyaknya pemimpin-pemimpin arab yang tunduk pada Barat. Maka karena itu seorang Malik Ben Nabee merasa bahwa kebangkitan Islam di Timur Tengah hanya merupakan keniscayaan.

Berbeda dengan Timur Tengah, kaum Muslimin di wilayah Nusantara Indonesia sekalipun sama-sama pernah dijajah oleh bangsa asing semisal Belanda (1611-1945) tetapi mereka terbukti telah mampu menggeliatkan kembali nadi peradabanya lewat berbagai kajian dalam bidang sosial tentang permasalahan ummat, salah satunya ialah aktif dan tanggap dalam menaggapi isu-isu global khususnya yang berhubungan dengan masalah-masalah dunia Islam di dunia temporar ini.

Walaupun baru setengah abad lebih kaum Muslimin di Indonesia menikmati kemerdekaan tetapi mereka telah membuktikan bahwa mereka siap untuk kembali memajukan Islam lewat pembaharuan dalam ruang lingkup social-political-culture yang diframework sedemikian rupa agar sesuai dengan alam berpikir kehidupan di saat ini, yang tentu saja harus dilandasi oleh asas keislaman itu sendiri agar tidak menjadi seperti mobil mahal tapi remnya blong (meminjam istilah Almarhum Ustadz Rahmat Abdullah) seperti yang terjadi di Barat dewasa ini.

Diharapkan kita selaku umat Islam di Nusantara, semoga kita bisa menjadi pionir-pionir pembaharu Islam yang kelak mengembalikan kemulian yang telah diraih oleh para pendahulu kita.

Wallahu a’lam bishawwab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s